17
Desember 2008 .....................................................................
Sore itu pukul
17.30..................di UGD.......sebuah rumah sakit.
Senyumnya, canda tawanya,
belaian lembutnya, kasih tulusnya.........
Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuu...
Innalillahi wa
inna ilaihi raji’un, Ya Rabb telah Engkau panggil beliau dari sisiku........
Tiada air mata
yang sanggupku keluarkan, hanya dadaku terasa penuh sesak, tubuhku terasa bergetar
dahsyat...........
Ibuku telah
pergi....
Di mana ayahku?
Di mana adik2ku?
Di mana mereka?
Siapa yang
merawat adik kecilku yang manja? Siapa yang akan mengurusi rumah kami? Siapa
yang akan membantu ayah?
Ya Allah aku
ikhlaskan kepergian beliau, jadikan kematian ibuku husnul khatimah aamiin ^.^
Ayah, siapa yang
akan menemanimu menjaga kami? Izinkan aku kembali bersama kalian menggantikan
ibu...........
Ayah aku ingin
bisa melihat kalian setiap saat...........
Cukuplah kuliah
ku sampai di sini......
Tapi...........
Meski Ibu telah
pergi, hidup harus tetap berlanjut. Kuatkan hati, walau sulit kita pasti mampu
menjalaninya dengan kehendak Allah...
16 Desember 2008...........
Senja menjelang
magrib, sebuah ambulance RSUD Liwa tiba di UGD RSUAM........
Ku lihat wajahnya
kesakitan......
Lemah tak
berdaya.......
Matanya
terpejam....... ibuuuuuuuuuuuuuuku
Ibu lihatlah
aku...
Ibu......
lihatlah aku....bukalah matamu ibu.....
Pandangannya
tertuju padaku....... dan anggukan......................
mungkin...
Tak sepatah kata
pun terluncur dari bibirnya.
Ya Allah akankah
aku kehilangan dia sebegitu cepat.......
Ku sentuh tangannya
yang sedikit kasar karna bekerja keras untuk kami, tangan ibu menggengamku
erat.......
Ku rasakan
pijatan keras atau mungkin isyarat betapa dahsyatnya sakit yang ia
rasakan........
Ya Allah jadikan
sakitnya sebagai penggugur dosa2nya.... aamiin ^^
.......................
17 Desember 2008, dini hari
Ku dengar
dengkurannya....
Apakah ini
pertanda?????????????
Bukan, ayah
bilang ibu hanya tidur seperti biasanya....
Ku ambil
gambarnya........
Akan ku tunjukkan
pada ibu saat ibu telah pulih kembali.
..............
Ku pandangi
infusnya...... masih mengalir,
Nadinya pun masih
berdenyut..........
Alhamdulillah
.............
Ya Allah menagapa
dokter yang dijanjikan belum juga datang?
..........
Seorang dokter
masuk, meminta izin.......
Sebuah selang dan
sebuah mesin penyedot dipasang di tenggorokannya...........
Ya
Allah................
Ibuuuu sakit ya?
Darah hitam
mengalir menuju mesin itu.......
Ya
Allah.............
Mengapa begini?
.................Ya
Allah..............
Mesin pembantu
denyut jantung di pasang...........
Hamba mohon
berilah yang terbaik untuk ibuku..... Ya Rabb ^^
..................................
Suhu tubuh ibu
tidak lagi stabil, detak jantungnya melebihi 200 detakan permenit........
Laa haula walaa quwwata illa billah!!!
Kaki ibu dingin
dan memucat
...............................................
Ibu dengarkan
aku.......
Maafkan semua
kesalahan ku padamu ibu........
Aku
mencitaimu.......
Ibu......
Ikuti aku.....
“Ya Allah
jika memang sudah ajalku maka panggillah aku dalam husnul khotimah......
Ya Allah ampuni segala dosa-dosaku..........”
Aamiin
Ya Allah ampuni aku........
Laa
ila haillallah......
Aku
menangis...............
Ibu meneteskan
air matanya.....
Ya Allah ibuku
menyimak kata-kataku........
Ibuuuu..... aku
ikhlas ibu pergi...
Ibuu berdoalah
agar dimudahkan Allah jalan ibu menuju sisi-NYA.......
Ibuu aku
mencintaimu... tapi Allah pasti lebih menyayangimu ibu..........
........................................................................................................................
Selang oksigen
dicabut............
Mesin pembantu
denyut jantung dilepaskan..............
Kami
ikhlas.................................
Innalillahi wa
inna ilaihi raji’un...........
‘Tertidur’ lelap...........
ibuku.........
Emaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak.............
Aku berjanji
tidak akan menangis.........
Ku lihat
adikku.........
Dia
menjerit........
.............................
Mobil jenazah
membawa kami...
................
Betung, Sekincau, Tengah malam
Ibu kita berhenti
sejenak di rumah kita...............
Akan ku ambil
kain-kain untuk ibu mandi besok.....
.....................................................................
BAKHU, lewat tengah malam
Ku lepaskan
perlahan baju ibu............ baju batik ayah yang ibu pakai.......
Ku ganti dengan
yang lain, yang bersih
Ku tepati janji
itu..... ibu aku tidak menangis.......
...................
Bakhu, 18 Desember 2008
Perpisahan sebelum bersua lagi di Jannah ALLAH
Matahari telah
terbit........
Sanak saudara
telah berkumpul...
Ku simpulkan
senyuman..... lihatlah aku ikhlas ibuku pergi........
...................................................................................................................
Ku cermati
tubuhnya yang terbaring kaku di hadapanku....
Ibu aku tidak
menangis..........
...................
Kain kafan
disiapkan, ku bantu paman itu agar sesuai dengan tinggi ibu,
Ibu ku
dimandikan.......
Aku bersihkan
bekas perekat selang dan jarum infusnya perlahan...
Ibu aku tidak
menangis..........
Kain kafan telah
membalut tubuh sehat ibuku.....
Ku cium pipi ibu,
yang terasa begitu dingiiiiiin......
Lalu wajahnya pun
di tutupi kain putih itu..
Ya Allah aku
ikhlas.........
..................
Setengah berlari
ku kejar keranda ibuku...
Tanpa alas kaki
aku antar ibu untuk di shalatkan
Subhanalllah
ramainya orang menyolati ibuku.............
Engkau menyayangi
ibuku kan Ya Allah.......... Aamiin^^
......................
Ku ikuti
rombongan menuju rumah ibu yang baru.......
Keranda dibuka....
Ibuku
diturunkan............
Ya Allah saksikan
aku tidak menangisi kepergiannya........
Azan
dikumandangkan,
Kulihat rambut
ibuku, hampir seluruh tubuh beliau tak lagi terlihat
Papan telah
dipasang..........
Selamat Jalan
IBU, I Love You, Tunngu kami di surga-Nya, Aamiin^^
Ya Allah
lapangkan kubur ibuku, terangilah dengan rahmah Mu. jadikan kuburnya taman
surga-Mu, jauhkanlah ibuku dari siksa kubur, jadikan ia ahli surga Mu امين يا رب العلمين
Langkahku
lemah........
Aku pulang....
meniggalkan ibuku yang telah menemui Rabbul Izzati
......................................................................................................................................................
Tangisku hari ini
(16.03.12) bukan karna aku ingkar janji......
Bukan karna aku
tidak mengikhlaskan kepergiannya.......
Inilah rinduku yang
kutuliskan malam ini......
Ya Allah
ampunilah aku yang lalai ini....
Jangan biarkan
aku terpuruk
Genggam aku Ya
Allah
Jangan biarkan
aku jauh dari-Mu
Aku ingin menjadi
anak Shalihah yang bisa menjadi pahala yang terus mengalir bagi Emak ku yang akan membawanya ke surga Mu
& juga kelak bisa membuat Bak ku bahagia melihat aku mencintainya....
karena Mu Ya Allah hingga nanti Aamiin^^
Note: ditengah
keGalauanku sbg mahasiswi semester 8 yg mulai menulis Proposal Skripsi S1
Pendidikan Bahasa Inggris ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar