Selasa, 02 Juni 2015

Maaf Aku “menangis” Ibu






17 Desember 2008 .....................................................................
Sore itu pukul 17.30..................di UGD.......sebuah rumah sakit.
Senyumnya, canda tawanya, belaian lembutnya, kasih tulusnya.........
Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuu...
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Ya Rabb telah Engkau panggil beliau dari sisiku........
Tiada air mata yang sanggupku keluarkan, hanya dadaku terasa penuh sesak, tubuhku terasa bergetar dahsyat...........
Ibuku telah pergi....
Di mana ayahku?
Di mana adik2ku?
Di mana mereka?
Siapa yang merawat adik kecilku yang manja? Siapa yang akan mengurusi rumah kami? Siapa yang akan membantu ayah?
Ya Allah aku ikhlaskan kepergian beliau, jadikan kematian ibuku husnul khatimah aamiin ^.^
Ayah, siapa yang akan menemanimu menjaga kami? Izinkan aku kembali bersama kalian menggantikan ibu...........
Ayah aku ingin bisa melihat kalian setiap saat...........
Cukuplah kuliah ku sampai di sini......
Tapi...........
Meski Ibu telah pergi, hidup harus tetap berlanjut. Kuatkan hati, walau sulit kita pasti mampu menjalaninya dengan kehendak Allah...

16 Desember 2008...........
Senja menjelang magrib, sebuah ambulance RSUD Liwa tiba di UGD RSUAM........
Ku lihat wajahnya kesakitan......
Lemah tak berdaya.......
Matanya terpejam....... ibuuuuuuuuuuuuuuku
Ibu lihatlah aku...
Ibu...... lihatlah aku....bukalah matamu ibu.....
Pandangannya tertuju padaku....... dan anggukan......................
mungkin...
Tak sepatah kata pun terluncur dari bibirnya.
Ya Allah akankah aku kehilangan dia sebegitu cepat.......
Ku sentuh tangannya yang sedikit kasar karna bekerja keras untuk kami, tangan ibu menggengamku erat.......
Ku rasakan pijatan keras atau mungkin isyarat betapa dahsyatnya sakit yang ia rasakan........
Ya Allah jadikan sakitnya sebagai penggugur dosa2nya.... aamiin ^^
.......................
17 Desember 2008, dini hari

Ku dengar dengkurannya....
Apakah ini pertanda?????????????
Bukan, ayah bilang ibu hanya tidur seperti biasanya....
Ku ambil gambarnya........
Akan ku tunjukkan pada ibu saat ibu telah pulih kembali.
..............
Ku pandangi infusnya...... masih mengalir,
Nadinya pun masih berdenyut..........
Alhamdulillah
.............
Ya Allah menagapa dokter yang dijanjikan belum juga datang?
..........
Seorang dokter masuk, meminta izin.......
Sebuah selang dan sebuah mesin penyedot dipasang di tenggorokannya...........
Ya Allah................
Ibuuuu sakit ya?
Darah hitam mengalir menuju mesin itu.......
Ya Allah.............
Mengapa begini?
.................Ya Allah..............
Mesin pembantu denyut jantung di pasang...........
Hamba mohon berilah yang terbaik untuk ibuku..... Ya Rabb ^^
..................................
Suhu tubuh ibu tidak lagi stabil, detak jantungnya melebihi 200 detakan permenit........
Laa haula walaa quwwata illa billah!!!
Kaki ibu dingin dan memucat
...............................................
Ibu dengarkan aku.......
Maafkan semua kesalahan ku padamu ibu........
Aku mencitaimu.......
Ibu......
Ikuti aku.....
Ya Allah jika memang sudah ajalku maka panggillah aku dalam husnul khotimah......
Ya Allah ampuni segala dosa-dosaku..........” Aamiin
Ya Allah ampuni aku........
Laa ila haillallah......
Aku menangis...............
Ibu meneteskan air matanya.....
Ya Allah ibuku menyimak kata-kataku........
Ibuuuu..... aku ikhlas ibu pergi...
Ibuu berdoalah agar dimudahkan Allah jalan ibu menuju sisi-NYA.......
Ibuu aku mencintaimu... tapi Allah pasti lebih menyayangimu ibu..........
........................................................................................................................
Selang oksigen dicabut............
Mesin pembantu denyut jantung dilepaskan..............
Kami ikhlas.................................
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un...........
‘Tertidur’ lelap........... ibuku.........
Emaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak.............
Aku berjanji tidak akan menangis.........
Ku lihat adikku.........
Dia menjerit........
.............................
Mobil jenazah membawa kami...
................
Betung, Sekincau, Tengah malam
Ibu kita berhenti sejenak di rumah kita...............
Akan ku ambil kain-kain untuk ibu mandi besok.....
.....................................................................
BAKHU, lewat tengah malam
Ku lepaskan perlahan baju ibu............ baju batik ayah yang ibu pakai.......
Ku ganti dengan yang lain, yang bersih
Ku tepati janji itu..... ibu aku tidak menangis.......
...................
Bakhu, 18 Desember 2008
Perpisahan sebelum bersua lagi di Jannah ALLAH
Matahari telah terbit........
Sanak saudara telah berkumpul...
Ku simpulkan senyuman..... lihatlah aku ikhlas ibuku pergi........
...................................................................................................................
Ku cermati tubuhnya yang terbaring kaku di hadapanku....
Ibu aku tidak menangis..........
...................
Kain kafan disiapkan, ku bantu paman itu agar sesuai dengan tinggi ibu,
Ibu ku dimandikan.......
Aku bersihkan bekas perekat selang dan jarum infusnya perlahan...
Ibu aku tidak menangis..........
Kain kafan telah membalut tubuh sehat ibuku.....
Ku cium pipi ibu, yang terasa begitu dingiiiiiin......
Lalu wajahnya pun di tutupi kain putih itu..
Ya Allah aku ikhlas.........
..................
Setengah berlari ku kejar keranda ibuku...
Tanpa alas kaki aku antar ibu untuk di shalatkan
Subhanalllah ramainya orang menyolati ibuku.............
Engkau menyayangi ibuku kan Ya Allah.......... Aamiin^^
......................
Ku ikuti rombongan menuju rumah ibu yang baru.......
Keranda dibuka....
Ibuku diturunkan............
Ya Allah saksikan aku tidak menangisi kepergiannya........
Azan dikumandangkan,
Kulihat rambut ibuku, hampir seluruh tubuh beliau tak lagi terlihat
Papan telah dipasang..........
Selamat Jalan IBU, I Love You, Tunngu kami di surga-Nya, Aamiin^^
Ya Allah lapangkan kubur ibuku, terangilah dengan rahmah Mu. jadikan kuburnya taman surga-Mu, jauhkanlah ibuku dari siksa kubur, jadikan ia ahli surga Mu امين يا رب العلمين
Langkahku lemah........
Aku pulang.... meniggalkan ibuku yang telah menemui Rabbul Izzati
......................................................................................................................................................
Tangisku hari ini (16.03.12) bukan karna aku ingkar janji......
Bukan karna aku tidak mengikhlaskan kepergiannya.......
Inilah rinduku yang kutuliskan malam ini......
Ya Allah ampunilah aku yang lalai ini....
Jangan biarkan aku terpuruk
Genggam aku Ya Allah
Jangan biarkan aku jauh dari-Mu
Aku ingin menjadi anak Shalihah yang bisa menjadi pahala yang terus mengalir bagi  Emak ku yang akan membawanya ke surga Mu & juga kelak bisa membuat Bak ku bahagia melihat aku mencintainya.... karena Mu Ya Allah hingga nanti Aamiin^^
Note: ditengah keGalauanku sbg mahasiswi semester 8 yg mulai menulis Proposal Skripsi S1 Pendidikan Bahasa Inggris ku 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar