Ketika seseorang merasa atau sadar bahwa dia butuh hidayah agar bisa melakukan kebaikan dan bahkan menjalankan kewajibannnya kepada Allah ini pertanda bahwa seyogyanya dia segera mencari jalan "pertemuannya" dg hidayah tersebut. Mengapa demikian? Hidayah itu merupakan kesadaran diri akan kewajiban yg harus di jalankannya tanpa boleh menunda2 lagi. Contohnya tulisan sebelum ini, untuk yakin memutuskan berhijab itu memang butuh hidayah yakni sadar dengan sebenar2nya bahwa seorang muslimah yg dewasa/baligh berkewajiban menutup auratnya dr pandangan non mahrom. Namun, fenomena merasa belum dapat hidayah yg dirasakan saudari2 muslimah diluar sana kemungkinan besar tidak diiringi dg menempuh jalan menuju hidayah tersebut yakni "MENGAJI" hingga hidayah itu pun tak kunjung tiba.
Mengaji ini bukanlah sebatas belajar membaca Al-Qur'an dan belajar shalat 5 waktu seperti anggapan kebanyakan masyarakat daerah tempat saya tinggal. Mengaji disamping belajar membaca Al-Quran seharusnya, semestinya, diiringi dgn benar2 belajar tentang Islam secara mendalam. Pun, ketika kita belajar membaca Al-Qur'an, kemudian sudah lancar membacanya lalu mendalami maknanya membaca terjemahnya, maka jalan hidayah itu pun terbentang luas. Lalu apakah kita hanya menunggu hidayah itu datang sendiri?
Tentu saja tidak, mari kita jemput dan sambut hidayah petunjuk jalan kebenaran dari Allah dgn senantiasa belajar dan belajar mengenai Islam secara benar dgn guru2 yg benar2 faham tentunya.
Setelah mampu berhijab karna merasa sudah mendapat hidayah apakah semuanya selesai? Apakah akan mampu bertahan memakai hijab hingga selama hidup? Apakah hijabnya sudah benar menurut syari'at (hukum islam)?
in syaa Allah saya akan coba bahas di tulisan selanjutnya, semoga bermanfaat terutama bagi saya pribadi yg masih bodoh dan butuh banyak belajar. Allah Maha Mengetahui dan Allah Maha Sempurna.
Astghfirullahal 'azhim....
Wassalam......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar