Rabu, 17 Juni 2015

30 Sya'ban 1436 H/ 17 Juni 2015

Bismillah.....

Azan magrib berkumandang sore ini di penghujung bulan Sya'ban dan awal bulan Ramadhan 1436 H. Alhamdulillah masih diberi-Nya kesempatan bertemu bulan-NYA suci yang penuh barokah dan keampunan.

Bismillahirrahmanirrahim, semoga bisa memaksimalkan upaya dalam melakukan ibadah wajib maupun sunnah demi meraih pahala yang Allah lipat gandakan di bulan ini aamiin

Tahun ini adalah tahun pertamaku menjalani hari pertama bulan Ramadhan seorang diri. Ya sendiri saja disini. Tidak ada orang tua tidak bersama adik2 juga tidak ada teman. Sendiri saja. Tapi tidak boleh ada rasa sedih karena sepi, tidak boleh galau karena tak ada opor untuk sahur, sungguh persiapan ruhani lebih penting dari itu semua. Tahun ini sendiri, semoga tahun depan ada suami yg menemani :D aamiin

Hari ini tepat 5 hari aku bisa menyertakan gelar dibelakang namaku. Alhamdulillah.......
lega rasanya sudah melalui tahap paling mendebarkan dimasa kuliah. Ujian Komprehensif.
Hari ini, sore ini di temani notbuk dan modem saja disini, di kamar kontrakan yg beberapa hari lagi akan kami tinggalkan. Ya hari ini sengaja ku tulis disini untuk dibaca tahun depan in syaa Allah.

Semoga di bulan Ramadahan tahun ini benar2 bisa menjadi muslimah yg benar hingga ke bulan2 selanjutnya dan tahun2 seterus2nya aamiin


Sabtu, 13 Juni 2015

Hidayah kpn datangnya? (lanjutan)

Ketika seseorang merasa atau sadar bahwa dia butuh hidayah agar bisa melakukan kebaikan dan bahkan menjalankan kewajibannnya kepada Allah ini pertanda bahwa seyogyanya dia segera mencari jalan "pertemuannya" dg hidayah tersebut. Mengapa demikian? Hidayah itu merupakan kesadaran diri akan kewajiban yg harus di jalankannya tanpa boleh menunda2 lagi. Contohnya tulisan sebelum ini, untuk yakin memutuskan berhijab itu memang butuh hidayah yakni sadar dengan sebenar2nya bahwa seorang muslimah yg dewasa/baligh berkewajiban menutup auratnya dr pandangan non mahrom. Namun, fenomena merasa belum dapat hidayah yg dirasakan saudari2 muslimah diluar sana kemungkinan besar tidak diiringi dg menempuh jalan menuju hidayah tersebut yakni "MENGAJI" hingga hidayah itu pun tak kunjung tiba.

Mengaji ini bukanlah sebatas belajar membaca Al-Qur'an dan belajar shalat 5 waktu seperti anggapan kebanyakan masyarakat daerah tempat saya tinggal. Mengaji  disamping belajar membaca Al-Quran seharusnya, semestinya, diiringi dgn benar2 belajar tentang Islam secara mendalam. Pun, ketika kita belajar membaca Al-Qur'an, kemudian sudah lancar membacanya lalu mendalami maknanya membaca terjemahnya, maka jalan hidayah itu pun terbentang luas. Lalu apakah kita hanya menunggu hidayah itu datang sendiri?
Tentu saja tidak, mari kita jemput dan sambut hidayah petunjuk jalan kebenaran dari Allah dgn senantiasa belajar dan belajar mengenai Islam secara benar dgn guru2 yg benar2 faham tentunya.

Setelah mampu berhijab karna merasa sudah mendapat hidayah apakah semuanya selesai? Apakah akan mampu bertahan memakai hijab hingga selama hidup? Apakah hijabnya sudah benar menurut syari'at (hukum islam)?
in syaa Allah saya akan coba bahas di tulisan selanjutnya, semoga bermanfaat terutama bagi saya pribadi yg masih bodoh dan butuh banyak belajar. Allah Maha Mengetahui dan Allah Maha Sempurna.

Astghfirullahal 'azhim....

Wassalam......

Hidayah kapan datangnya?

Bismillah....
Assalamu'alaikum....

Hidayah atau sering diartikan petunjuk dari Allah, Al-Hadi (Maha Pemberi petunjuk).
Tak jarang kita dengar seorang muslimah saat ditanya kenapa belum berhijab, rata-rata beralasan belum ada hidayah atau belum dikasih hidayah. Sebenarnya hidayah itu bisakah datang sendiri kepada si penerima? layaknya bang Hidayat yg datang menemui mba Muslimah wanita shalihah idamannya lalu mereka menikah dan seterus2nya (ups kesamaan nama tokoh tdk disengaja yee) :D.

bisa gak ya? hmmmh

lanjut ba'da magrib in syaa Allah :)

Selasa, 02 Juni 2015

My Worst Day





All become dark I could not see her smile
I just want to fly over the dark file
Nothing to do Nothing to wait No hope
Tears flow wetting my face erase my smile

I don’t know what to say to all who come
But I know why they all decide to come
To give their love and hug and sympathy
And say goodbye to her who know isn’t warm

I could see her pale body lie in there
All become dark and I could not feel bare
Seeing her face that I want to kiss it
All I see frightening as a nightmare

Every body look at me full of love
This is my worst day no smile and no laugh
Mom you’re my life spirit and you have gone now
May God will keep us with blessing and love


*a poem written by a not "puitis" student as a poetry class assignment
 

Maaf Aku “menangis” Ibu






17 Desember 2008 .....................................................................
Sore itu pukul 17.30..................di UGD.......sebuah rumah sakit.
Senyumnya, canda tawanya, belaian lembutnya, kasih tulusnya.........
Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuu...
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Ya Rabb telah Engkau panggil beliau dari sisiku........
Tiada air mata yang sanggupku keluarkan, hanya dadaku terasa penuh sesak, tubuhku terasa bergetar dahsyat...........
Ibuku telah pergi....
Di mana ayahku?
Di mana adik2ku?
Di mana mereka?
Siapa yang merawat adik kecilku yang manja? Siapa yang akan mengurusi rumah kami? Siapa yang akan membantu ayah?
Ya Allah aku ikhlaskan kepergian beliau, jadikan kematian ibuku husnul khatimah aamiin ^.^
Ayah, siapa yang akan menemanimu menjaga kami? Izinkan aku kembali bersama kalian menggantikan ibu...........
Ayah aku ingin bisa melihat kalian setiap saat...........
Cukuplah kuliah ku sampai di sini......
Tapi...........
Meski Ibu telah pergi, hidup harus tetap berlanjut. Kuatkan hati, walau sulit kita pasti mampu menjalaninya dengan kehendak Allah...

16 Desember 2008...........
Senja menjelang magrib, sebuah ambulance RSUD Liwa tiba di UGD RSUAM........
Ku lihat wajahnya kesakitan......
Lemah tak berdaya.......
Matanya terpejam....... ibuuuuuuuuuuuuuuku
Ibu lihatlah aku...
Ibu...... lihatlah aku....bukalah matamu ibu.....
Pandangannya tertuju padaku....... dan anggukan......................
mungkin...
Tak sepatah kata pun terluncur dari bibirnya.
Ya Allah akankah aku kehilangan dia sebegitu cepat.......
Ku sentuh tangannya yang sedikit kasar karna bekerja keras untuk kami, tangan ibu menggengamku erat.......
Ku rasakan pijatan keras atau mungkin isyarat betapa dahsyatnya sakit yang ia rasakan........
Ya Allah jadikan sakitnya sebagai penggugur dosa2nya.... aamiin ^^
.......................
17 Desember 2008, dini hari

Ku dengar dengkurannya....
Apakah ini pertanda?????????????
Bukan, ayah bilang ibu hanya tidur seperti biasanya....
Ku ambil gambarnya........
Akan ku tunjukkan pada ibu saat ibu telah pulih kembali.
..............
Ku pandangi infusnya...... masih mengalir,
Nadinya pun masih berdenyut..........
Alhamdulillah
.............
Ya Allah menagapa dokter yang dijanjikan belum juga datang?
..........
Seorang dokter masuk, meminta izin.......
Sebuah selang dan sebuah mesin penyedot dipasang di tenggorokannya...........
Ya Allah................
Ibuuuu sakit ya?
Darah hitam mengalir menuju mesin itu.......
Ya Allah.............
Mengapa begini?
.................Ya Allah..............
Mesin pembantu denyut jantung di pasang...........
Hamba mohon berilah yang terbaik untuk ibuku..... Ya Rabb ^^
..................................
Suhu tubuh ibu tidak lagi stabil, detak jantungnya melebihi 200 detakan permenit........
Laa haula walaa quwwata illa billah!!!
Kaki ibu dingin dan memucat
...............................................
Ibu dengarkan aku.......
Maafkan semua kesalahan ku padamu ibu........
Aku mencitaimu.......
Ibu......
Ikuti aku.....
Ya Allah jika memang sudah ajalku maka panggillah aku dalam husnul khotimah......
Ya Allah ampuni segala dosa-dosaku..........” Aamiin
Ya Allah ampuni aku........
Laa ila haillallah......
Aku menangis...............
Ibu meneteskan air matanya.....
Ya Allah ibuku menyimak kata-kataku........
Ibuuuu..... aku ikhlas ibu pergi...
Ibuu berdoalah agar dimudahkan Allah jalan ibu menuju sisi-NYA.......
Ibuu aku mencintaimu... tapi Allah pasti lebih menyayangimu ibu..........
........................................................................................................................
Selang oksigen dicabut............
Mesin pembantu denyut jantung dilepaskan..............
Kami ikhlas.................................
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un...........
‘Tertidur’ lelap........... ibuku.........
Emaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak.............
Aku berjanji tidak akan menangis.........
Ku lihat adikku.........
Dia menjerit........
.............................
Mobil jenazah membawa kami...
................
Betung, Sekincau, Tengah malam
Ibu kita berhenti sejenak di rumah kita...............
Akan ku ambil kain-kain untuk ibu mandi besok.....
.....................................................................
BAKHU, lewat tengah malam
Ku lepaskan perlahan baju ibu............ baju batik ayah yang ibu pakai.......
Ku ganti dengan yang lain, yang bersih
Ku tepati janji itu..... ibu aku tidak menangis.......
...................
Bakhu, 18 Desember 2008
Perpisahan sebelum bersua lagi di Jannah ALLAH
Matahari telah terbit........
Sanak saudara telah berkumpul...
Ku simpulkan senyuman..... lihatlah aku ikhlas ibuku pergi........
...................................................................................................................
Ku cermati tubuhnya yang terbaring kaku di hadapanku....
Ibu aku tidak menangis..........
...................
Kain kafan disiapkan, ku bantu paman itu agar sesuai dengan tinggi ibu,
Ibu ku dimandikan.......
Aku bersihkan bekas perekat selang dan jarum infusnya perlahan...
Ibu aku tidak menangis..........
Kain kafan telah membalut tubuh sehat ibuku.....
Ku cium pipi ibu, yang terasa begitu dingiiiiiin......
Lalu wajahnya pun di tutupi kain putih itu..
Ya Allah aku ikhlas.........
..................
Setengah berlari ku kejar keranda ibuku...
Tanpa alas kaki aku antar ibu untuk di shalatkan
Subhanalllah ramainya orang menyolati ibuku.............
Engkau menyayangi ibuku kan Ya Allah.......... Aamiin^^
......................
Ku ikuti rombongan menuju rumah ibu yang baru.......
Keranda dibuka....
Ibuku diturunkan............
Ya Allah saksikan aku tidak menangisi kepergiannya........
Azan dikumandangkan,
Kulihat rambut ibuku, hampir seluruh tubuh beliau tak lagi terlihat
Papan telah dipasang..........
Selamat Jalan IBU, I Love You, Tunngu kami di surga-Nya, Aamiin^^
Ya Allah lapangkan kubur ibuku, terangilah dengan rahmah Mu. jadikan kuburnya taman surga-Mu, jauhkanlah ibuku dari siksa kubur, jadikan ia ahli surga Mu امين يا رب العلمين
Langkahku lemah........
Aku pulang.... meniggalkan ibuku yang telah menemui Rabbul Izzati
......................................................................................................................................................
Tangisku hari ini (16.03.12) bukan karna aku ingkar janji......
Bukan karna aku tidak mengikhlaskan kepergiannya.......
Inilah rinduku yang kutuliskan malam ini......
Ya Allah ampunilah aku yang lalai ini....
Jangan biarkan aku terpuruk
Genggam aku Ya Allah
Jangan biarkan aku jauh dari-Mu
Aku ingin menjadi anak Shalihah yang bisa menjadi pahala yang terus mengalir bagi  Emak ku yang akan membawanya ke surga Mu & juga kelak bisa membuat Bak ku bahagia melihat aku mencintainya.... karena Mu Ya Allah hingga nanti Aamiin^^
Note: ditengah keGalauanku sbg mahasiswi semester 8 yg mulai menulis Proposal Skripsi S1 Pendidikan Bahasa Inggris ku 



hari ini

02 Juni 2015

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum......

hari ini....
masih disini, di ruangan berukuran tidak lebih dari 3x4 meter persegi. Seharian menatap monitor. Pesbukan, browsing, dan coba2 buat blog. harapannya blog ini bisa berjalan seperti blog2 para bloggers di luar sana. Entahlah sekarang hanya sedang mencoba kemungkinan gagal bertahan memang lebih besar. Lupa password atau bahkan bingung gimana cara posting something disini, hehe

hari ini....
meskipun gaptek tapi tidak salahkan mencoba menulis, semoga meski hanya membaca tulisan sendiri (yg baca cuma diri sendiri) yah se-enggaknya udah nyoba kan?
hari ini...
disini.........